SIGMA FISIKA

SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI TEMPAT BELAJAR DAN BERBAGI ILMU PENGETAHUAN

Friday, October 13, 2017

MODEL PEMBELAJARAN NHT DAN TGT




MODEL-MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF( MODEL PEMBELAJARAN NHT DAN MODEL PEMBELAJARAN TGT)
           1.  Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merujuk pada beberapa macam metode pengajaran dan para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lain dalam mempelajari materi pelajaran (Slavin, 2008: 4). Dalam pembelajaran kooperatif mempunyai kelebihan yakni dalam mengembangkan hubungan antar siswa dari latar belakang etnik, ekonomi, dan tingkat akademik yang berbeda. Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa dalam pembelajaran kooperatif dibentuk kelompok-kelompok kecil yang di dalamnya terdiri dari beberapa siswa yang mempunyai jenis kelamin dan tingkat akademikyang berbeda. Selain itu juga dituntut adanya kerjasama dan saling ketergantungan diantara siswa dalam satu kelompok dalam menyelesaikan suatu tugas.
      1. 1  Unsur-Unsur Pembelajaran Kooperatif
Berdasarkan referensi dari buku karya Ibrahim dan Slavin, unsur - unsur dasar yang terkandung dalam pembelajaran kooperatif, yaitu:
a) siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan.
b) siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya.
c) siswa haruslah melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama.
d) siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.
e) siswa akan dikenakan evaluasi dan diberi hadiah dan penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok.
f) siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses pembelajaran.
g) siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

1.2  Ciri-Ciri Pembelajaran kooperatif
Selain adanya unsur pembelajaran kooperatif juga terdapat cirri-cirinya. Ciri-ciri tersebut meliputi:
a     a)      siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya.
b    b)      kelompok dibentuk dari siswa yang memilki kemampuan tinggi, sedang, rendah.
c    c)      anggota kelompok terdiri dari jenis kelamin berbeda-beda.
d    d)     penghargaan lebih berorientasi kelompok dari pada individu.

1    1.3  Tujuan Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai tiga tujuan pembelajaran penting. Menurut Ibrahim (2000: 9), ada tiga tujuan tersebut meliputi:
a. hasil belajar akademik
b. penerimaan tehadap keragaman
c. pengembangan keterampilan sosial
Ketiga tujuan pembelajaran di atas dapat diuraikan bahwa dalam pembelajaran kooperatif keterampilan sosial dapat dikembangkan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penerimaan keragaman antar siswa dalam satu kelompok yang mana di dalam satu kelompok dituntut adanya kerjasama agar tugas yang dipikul dapat terselesaikan dengan hasil yang baik dan memuaskan. Hasil tugas tersebut akan berpengaruh terhadap hasil belajar akademik karena hasil tugas yang baik dan memuaskan akan memperoleh nilai yang baik pula.
 
2    2.      Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Game Tournament)
Pembelajaran kooperatif terdiri dari beberapa tipe model, salah satunya yaitu tipe TGT. TGT dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya. Dalam TGT para siswa dibagi dalam tim belajar yang terdiri atas empat sampai lima orang siswa yang berbeda-beda tingkat kemampuan, jenis kelamin, dan latar belakang etniknya (Slavin, 2008:11). Gagasan utama dari TGT adalah untuk memotivasi siswa supaya dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai kemampuan yang diajarkan oleh guru.

Model pembelajaran kooperatif tipe TGT terdiri dari atas lima komponen. Menurut Slavin (2008: 143), komponen-komponen tersebut meliputi :
1    1.      Penyajian materi
Pada pembelajaran kooperatif tipe TGT, materi mula-mula diperkenalkan dalam penyajian materi. Sering kali ini merupakan instruksi langsung atau diskusi yang dipandu oleh guru. Dalam hal ini siswa menyadari bahwa mereka harus memperhatikan selama penyajian materi karena dengan demikian akan membantu mereka mengerjakan game dengan baik, skor game mereka menentukan skor kelompok.
2    2.      Tim
Fungsi utama tim atau kelompok adalah untuk meyakinkan bahwa semua anggota kelompok belajar, dan khususnya menyiapkan anggotanya dapat berhasil dalam game. Setelah guru menyajikan materi, kelompok bertemu untuk mempelajari lembar kerja atau materi yang telah disampaikan oleh guru. Seringkali, dalam pembelajaran tersebut melibatkan siswa untuk mendiskusikan soal bersama dan membandingkan jawaban atau menyelesaikan dan mengoreksi jika teman sekelompoknya membuat kesalahan. Setiap kali anggota kelompok ditekan untuk menjadi yang terbaik bagi timnya, dan tim melakukan yang terbaik untuk membantu anggotanya. Tim memberi dukungan untuk pencapaian prestasi akademik yang tinggi dan memberikan perhatian saling menguntungkan dan respek sebagai dampak hubungan intergroup, harga diri dan penerimaan dari siswa sekelompoknya.
3     3.      Game
Game dilengkapi pertanyaan-pertanyaan yang isinya relevan dan didesain untuk menguji pengetahuan siswa dari penyajian materi dan latihan tim. Game dimainkan oleh semua kelompok.
4    4.      Turnamen
Turnamen merupakan struktur game yang dimainkan. Biasanya diselenggarakan pada akhir unit, setelah guru melaksanakan penyajian materi dan tim telah berlatih dengan lembar kerja. Turnamen pertama guru menempatkan siswa ke meja turnamen, tiga siswa terbaik pada hasil belajar yang dulu pada meja satu, Tiga siswa berikutnya pada meja dua dan seterusnya. Kompetisi yang seimbang ini memungkinkan siswa dari semua tingkat hasil belajar yang yang lalu memberi kontribusi pada skor timnya secara maksimal jika mereka melakukan yang terbaik. Setelah turnamen putaran pertama siswa pindah meja tergantung hasil mereka dalam turnamen akhir. Pemenang pertama pada setiap meja ditempatkan ke meja berikutnya yang setingkat lebih tinggi, pemenang kedua tetap berada di meja yang sama, dan yang kalah diturunkan ke meja di bawahnya.
5    5.      Rekognisi Tim
Tim dimungkinkan mendapat sertifikat atau penghargaan lain apabila skor mereka paling tinggi diantar kelompok lain.

Langkah-langkah penerapan pembelajaran kooperatif tipe TGT Menurut Slavin (2008: 64), langkah dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah sebagai berikut.
1    1.      Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa
Pelajaran dimulai dengan guru menyampaikan tujuan pelajaran dan memotifasi siswa untuk belajar.
2    2.      Menyajikan informasi
Pada tahap ini guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
3    3.      Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok
Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok sebelum melaksanakan pembelajaran. Masing-masing kelompok terdiri dari empat sampai lima siswa. Guru juga membantu kelompok-kelompok tersebut dalam menyelesaikan tugasnya.

Cara menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok adalah sebagai berikut:
1    1.      Mengurutkan siswa dari atas ke bawah berdasarkan skor awal yang diperoleh dari rapor atau skor tes.
2    2.      Membagi daftar siswa yang telah urut tersebut menjadi empat bagian.
3   3.      Mengambil satu siswa dari tiap perempatan tersebut sebagai anggota kelompok dan pastikan tim-tim yang terbentuk berimbang berdasarkan jenis kelaminnya.
4    4.      Kerja kelompok
Anggota kelompok menggunakan lembar kegiatan siswa atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya, kemudian saling membantu untuk menuntaskan materi pelajarannya, dan saling membantu untuk memahami materi pelajaran melalui tutorial, diskusi, dan game. Materi diolah siswa sendiri bersama dengan kelompoknya sehingga siswa lebih mengerti dan memahami materi serta memungkinkan munculnya pertanyaanpertanyaan untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Sedangkan guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugasnya. Pada akhir pembelajaran, satu atau beberapa kelompok mempresentasikan hasil kerjanya untuk dibahas dalam diskusi kelas. Siswa dapat mengajukan pertanyaan, tanggapan dan memberikan jawaban.
5    5.      Evaluasi mandiri
Selama proses pembelajaran guru melakukan evaluasi dan bimbingan. Selain itu guru mengevaluasi hasil belajar siswa tentang materi yang telah dipelajari dengan memberi tes tertulis. Siswa dalam mengerjakan tes ini tidak diperbolehkan untuk bekerjasama dengan siswa lainnya maupun anggota kelompoknya. Setelah selesai mengerjakan tes, tes tersebut dikoreksi oleh guru untuk mendapatkan hasil belajar.
Skor tim diperoleh dari penjumlahan yang diperoleh tiap anggota kelompok. Kelompok yang memperoleh nilai tertinggi diberi penghargaan. Meskipun demikian pembelajaran kooperatif tipe TGT juga memiliki kekurangan diantaranya adalah:
1    1.  Sebagian siswa yang tetap tinggal di meja empat pada permainan TGT ini secara psikologis mempengaruhi kepercayaan diri siswa, hasil belajar siswa terebut pun menjadi kurang maksimal, sehingga perlu dilakukan penelitian dengan model pembelajaran yang lain.
2     2. Tidak semua materi pelajaran sejarah dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT.
       3. Kelas lain terganggu oleh suara siswa yang kadang bertepuk tangan, tertawa, dan lain sebagainya, maka guru memberikan batasan siswa dalam memberikan suport tersebut dengan alasan mengganggu kelas lain.
4   4. Banyak memakan waktu, baik Persiapan dalam rangka pemahaman isi maupun dalam pelaksanaan permainan, maka guru harus memotivasi siswa yaitu dengan memberikan suatu penegasan agar serius dalam melakukan kegiatan tersebut.
Dengan penerapan model pembelajaran TGT diharapkan siswa lebih aktif dalam pembelajaran karena pada model pembelajaran TGT siswa menggunakan turnamen, sehingga siswa bersemangat untuk mendapatkan skor nilai tinggi agar siswa dapat ikut pada turnamen selanjutnya.

3    3.      Model Pembelajaran NHT
Menurut Slavin (2008: 75), dalam pembelajaran kooperatif tipe NHT siswa lebih bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan karena dalam pembelajaran kooperatif tipe NHT siswa dalam kelompok diberi nomor yang berbeda. Setiap siswa dibebankan untuk menyelesaikan soal yang sesuai dengan nomor anggota mereka.
Tetapi pada umumnya mereka harus mampu mengetahui dan menyelesaikan semua soal yang ada dalam LKS. Dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT ada beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu:

a    1. Persiapan
Dalam tahap ini guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat Skenario Pembelajaran (SP), Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.

b    2. Pembentukan Kelompok
Dalam pembentukan kelompok disesuaikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Guru membagi para siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3-5 orang siswa. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda. Kelompok yang dibentuk merupakan percampuran yang ditinjau dari latar belakang sosial, ras, suku, jenis kelamin dan kemampuan belajar. Selain itu, dalam pembentukan kelompok digunakan nilai tes awal (pre-test) sebagai dasar dalam menentukan masing-masing kelompok. Dalam pembentukan kelompok, tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan agar memudahkan siswa dalam menyelesaikan LKS atau masalah yang diberikan oleh guru.

      3. Diskusi Masalah
Dalam kerja kelompok, guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Pertanyaan dapat bervariasi, dari yang bersifat spesifik sampai yang bersifat umum.

d    4. Memanggil Nomor Anggota atau Pemberian Jawaban
Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas.

e    5. Memberi Kesimpulan
Guru memberikan kesimpulan atau jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.

f.       6. Skor Peningkatan Individu
Skor peningkatan adalah memberikan kepada siswa sasaran yang dapat dicapai jika mereka bekerja lebih giat dan memperhatikan prestasi yang lebih baik jika dibandingkan dengan yang dicapai sebelumnya setiap siswa diberi skor awal yang diperoleh dari tes sebelumnya. Hasil tes setiap siswa diberi skor peningkatan yang ditentukan berdasarkan skor tes terdahulu (skor tes awal dan skor tes terakhir). Selisih skor siswa tersebut kemudian diberi skor berdasarkan tabel skor perkembangan di bawah ini sehingga diperoleh skor individu. Skor individu setiap anggota kelompok memberi sumbangan kepada skor kelompok.

      7. Penghargaan Kelompok
Penghargaan kelompok diberikan berdasarkan poin peningkatan kelompok. Skor kelompok adalah rata-rata dari peningkatan individu dalam kelompok tersebut. 

Sumber Referensi :

Share:

0 comments:

Post a Comment

About

Blogger templates